Paket Lengkap KKN (Kuliah Kerja Nyata) -Part 1

Sebuah universitas, dapat dilihat orientasi tujuannya melalui (salah satunya) kurikulum dan kekhususan dalam pengelolaan akademiknya. KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah salah satu kekhususan kurikulum tersebut. Kampus saya (kebetulan saya kuliah di UGM) merupakan salah satu kampus yang mewaibkan dan mempertahankan tradisi KKN. KKN pertama kali digagas oleh Prof. Koesnadi Hardjosoemantri, rektor UGM dari background pendidikan Ilmu Budaya pada sekitar tahun 1971-1973.

Sejak tahun 1951, universitas ini  telah menunjukkan bukti eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang merealisasikan salah satu tri dharma perguruan tinggi yang menjadi dasar berpijak, yakni pengabdian masyarakat dengan menerjunkan mahasiswa ke luar jawa sebagai guru yang mengajar pada SLTA. Kegiatan yang disebut sebagai PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa) inilah yang merupakan cikal bakal dari konsep KKN yang kini telah dikembangkan di banyak universitas di Indonesia.

Dengan dipertahankannya tradisi KKN, diharapkan universitas dapat terus secara langsung mendedikasikan dirinya untuk kemaslahatan masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk realisasi dari tri dharma perguruan tinggi, namun juga sebagai tanggung jawab moral dan sosial sebuah entitas intelektual yang tidak berada pada ruangan hampa. Saya sebetulnya waktu semester-semester awal sempat berpikiran “ngapain juga susah-susah KKN, apalagi yang mau keluar jawa. Apa gitu loh fungsinya, wong kayaknya programnya cuma plangisasi” namun seiring dengan matangnya usia saya (hahaha labil), saya jadi benar-benar paham mengapa universitas “menyusahkan dirinya sendiri” dengan mempertahankan tradisi KKN ini. Kita jangan menutup mata bahwa kecenderungannya kini, mahasiswa justru menjadi sebuah komunitas intelektual yang jauh dan terpisah dari masyarakat, entitas yang eksklusif dan tidak kenal dengan realitas. Salah satu tujuan KKN adalah, ya itu tadi, mencoba mendekatkan kembali mahasiswa dengan entitas yang seharusnya mereka bela dan perjuangkan hak-haknya  –masyarakat akar rumput-. Sangat tidak pantas jika mahasiswa hanya berada dalam menara gading ilmu pengetahuan.

Kemarin (Minggu, 10 Juni 2012) ketika pengarahan dengan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), beliau banyak bercerita… bahwa kunci keberhasilan dari program-program KKN adalah win the heart of the people.. memenangkan hati masyarakat. Dan caranya? Tentu saja tidak ada teorinya.

Yang pasti, KKN tidak hanya sesederhana mengajari masyarakat menggosok gigi, menggunakan jamban, berhitung ataupun menggunakan teknologi. Namun lebih dari itu, meyakinkan mereka akan keindahan mimpi-mimpi, memberikan inspirasi serta menebarkan empati… that’s why I love being a college student.. it’s absolutely different and it’s awesome… 

saya sungguh sangat terkesan dengan konsep KKN ini.. makanya saya akan bikin tulisan berseri khusus untuk ini.. hahaha (insya Allah nanti saya bagi juga tulisan selama berKKN di sulsel :D) keep spirit 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s