Paket Lengkap KKN (Kuliah Kerja Nyata) -Part 2

Saya sangat tertarik dengan konsep KKN ini. Makanya saya akan bikin tulisan berseri untuk ini. Hahaha (Walaupun belum mengalaminya langsung sebenere).

Sebuah universitas yang mengaku akan menebarkan kebermanfaatan ilmunya untuk masyarakat (menurut saya) sudah selayaknya mengikuti (atau paling tidak meniru) konsep KKN ini. Setidaknya, memberikan pengalaman empiris kepada para intelektual muda untuk mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. Supaya ada gunanya gitu loh ilmu kita itu… (dalam prodi2 Saintek biasanya ada KL -kuliah lapangan- dan Jatek -kerja praktek-, namun itupun hanya sebatas magang yang sangat jarang melibatkan masyarakat luas dalam proses pelaksanaannya)

Saya termasuk orang yang salut dan kagum melihat antusiasme teman-teman peserta KKN Tematik yang telah menginisiasi KKN luar jawa. Ya, trend nya kini yang sedang rame di kampus adalah KKN yang mengambil lokasi di luar jawa, di daerah perbatasan, dan bahkan di daerah konflik yang lokasinya bisa dkatakan ‘tidak terjangkau sinyal hape’. Terlepas dari modus apakah mereka hanya berniat untuk liburan atau benar-benar ingin belajar dari masyarakat, saya menilai keberanian mereka untuk mengambil lokasi jauh dari ‘zona nyaman’ -selama 2 bulanan- adalah sesuatu yang sangat pantas diapresiasi.

Namun, terlepas dari kekaguman saya terhadap konsep KKN ini, rupanya masih sangat banyak universitas yang belum tertarik untuk menerapkan konsep ini untuk dimasukkan ke dalam kurikulum khusus mereka. Karena sekarang jaman otonomi, maka kurikulum dan pengelolaan akademik diserahkan kepada internal kampus. Tentu saja kampus tidak mau membebankan kurikulum yang ternyata tidak sesuai dengan tujuan/ orientasi kampus tersebut. Lagi-lagi ini masalah visi dan orientasi dari si universitas. Maaf sekali kalau saya secara subyektif terlalu mengagung-agungkan kampus tertentu untuk masalah ini, namun setidaknya dengan adanya KKN ini, telah (sedikit) memperlihatkan kesungguhan mendedikasikan perjuangan akademis hingga ke ranah akar rumput. Orientasinya (entah palsu atau benar-benar tulus) adalah untuk kepentingan masyarakat. Dan saya cukup bangga dengan ke husnuzan an saya ini, hehee.. soalnya, ada juga sebuah kampus besar ternama yang keren yang rupanya tidak mewajibkan KKN untuk mahasiswa didiknya, kampus gede itu memilih internship (magang) sebagai kurikulum wajib mereka. Tentu saja tidak salah, karena toh pendidikan juga harus dapat menyiapkan lulusannya bertarung di dunia kerja bukan? Dengan pilihan kurikulum khusus itulah, saya pikir orientasi kampus akan terlihat nyata. Mana yang bertujuan untuk (setidaknya ada usaha) menerjunkan lulusannya ke masyarakat akar rumput dan berguna bagi mereka, dan mana yang berorientasi supaya lulusannya diterima di dunia kerja yang eksklusif dan elit. Hehee…

Maaf kalau banyak nyampah, tapi ini pure my own opinion… hehe

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s