9/11 dan Terorris Amerika

Oke akhir-akhir ini mulai marak (lagi) pemberitaan mengenai terorisme. Kehebohan teramat sangat yang terjadi di Solo kembali menghangatkan topik terorisme yang popularitasnya akhir-akhir ini menurun (dan kemudian naik lagi). Melihat itu, saya jadi teringat oleh salah satu filem documenter yang pernah diberikan salah seorang teman dikampus.

Saya termasuk orang yang sangat mudah dikesankan oleh filem. Namun tidak filem documenter. Tapi filem yang satu ini termasuk filem yang membuat saya tidak berhenti terperangah. Zeitgeist nama filem documenter ini. Menceritakan mengenai –yang saya sebut sebagai- the biggest conspiration theory ever made. Konspirasi terbesar yang pernah dibuat oleh umat manusia. Ada tiga bagian terpisah yang memaparkan fakta pahit konspirasi yang pernah dibuat. Pertama, konspirasi mengenai –lagi lagi yang saya sebut sebagai- kelahiran agama budaya. Kedua, mengenai tragedy 9/11 yang menimpa World Trade Center, dan ketiga konspirasi mengenai system perbankan yang membuat umat manusia di dunia ini sangat bergantung pada uang dan system perbankan yang dikembangkan barat.

Saya tidak akan membahas yang pertama, karena bahasan mengenai agama sedikit sensitif, dan saya takut tidak dapat menuangkannya secara ‘benar’ dalam tulisan ini. Dan karena yang sedang hangat sekarang adalah mengenai teroris dan kebetulan juga hari ini tanggal 9 September, saya akan membahas topik yang kedua yakni : Terorisme 9/11 yang berujung pada rontoknya maskot ekonomi AS : WTC. Kapan-kapan saya akan bahas yang ketiga.

Pengertian terorisme secara umum adalah penggunaan terror secara sistematis, memanifestasikan diri kedalam kekerasan atau intimidasi untuk memberi rasa takut (kamus). Kata ‘terorisme’ atau ‘teroris’ sendiri mulai trend pasca tragedy 9/11. Pemerintah AS melalui Komisi 9/11 (pengusut kasus tersebut) menarik benang merah bahwa ‘teroris’ Arab lah (dibawah Al Qaeda yang dipimpin oleh Bin Laden) yang melakukan perbuatan keji tersebut. Semenjak itu, ‘teroris’ selalu diidentikkan dengan islam, gerakan jihad tertentu, orang-orang arab dsb dsb. Namun tahukah kau kawan, bahwa sesungguhnya pemahaman ‘teroris’ yang demikian sengaja diciptakan oleh Bush dan pemerintahan AS untuk menjadi pembenaran segala kebijakan-kebijakan invansinya di timur tengah. Kalau itu terlalu jauh, oke lah.. ‘teroris’ sengaja diciptakan oleh pemerintah AS untuk membuat ‘public enemy’ (musuh bersama), masyarakat di doktrin untuk menjauhi, memerangi, membenci dan memusnahkan sosok bernama teroris ini. Teroris adalah yang disebut oleh Webster Tarpley sebagai ‘mitos yang mengerikan’ (pernah terpikir, tragedy-tragedi penembakan yang marak di Kanada, Negara Bagian AS, dll, juga tragedy penembakan yang baru-baru ini mengemuka : penembakan di salah satu bioskop di Colorado, AS [saat premier filem Batman : The Dark Night Rises] yang juga menewaskan banyak sekali korban jiwa tidak pernah mengaitkan mereka dengan sebutan sebagai ‘teroris’, padahal mereka telah melakukan tindakan terror. Mereka hanya disebut sebagai penjahat biasa, atau paling banter : Psikopat. Tidak pernah mereka disebut sebagai teroris. Tentu saja, karena kejahatan yang mereka lakukan tidak ada yang berhubungan dengan pemulusan agenda terselubung pemerintah)

Oke kembali ke filem zeitgeist. Di filem tersebut, diungkap fakta mencerahkan mengenai konspirasi besar yang mungkin belum banyak orang tahu. Ya, fakta dibalik tragedy 9/11. Tragedi tersebut menewaskan 3000 lebih masyarakat Amerika Serikat. Fakta yang selama ini muncul di pemberitaan adalah pesawat Boeing 707 milik US Marshal dibajak oleh (apa yang sekarang dikenal dengan) TERORIS dari afiliasi Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden. Pesawat bajakan tersebut kemudian ditabrakkan ke maskot symbol adidaya perekonomian AS, World Trade Center. Dan semenjak tragedy itu, siapapun yang beragama islam, yang keturunan Arab, yang memiliki afiliasi dengan timur tengah… dianggap sebagai… teroris (lihat filem My Name Is Kahn, 2010). Faktanya, setelah analisa mendalam bertahun-tahun lamanya, diketahui bahwa pertama gedung yang runtuh seperti runtuhnya WTC pasca insiden sangat mirip dan bahkan mendekati 100% dari kesamaan runtuhnya gedung-gedung yang secara sengaja diruntuhkan dengan dinamit. Hal ini dikuatkan dengan banyaknya saksi hidup yang mengatakan bahwa ledakan seperti detonator superdasyat terdengar hingga tiga kali sebelum akhirnya ledakan besar terjadi, sebuah kejadian yang mustahil jika benar WTC runtuh karena ditabrak pesawat kecil. Masyarakat AS tahu betul itu. Bahkan, Les Robertson dan Frank A. Demartini (tim perancang desain gedung WTC tower) menyatakan bahwa WTC tower didesain untuk tahan terhadap tabrakan beruntung pesawat-pesawat jet, sangat mustahil tabrakan Boeing 707 dapat menyebabkan kerusakan yang teramat massif, hal ini diperkuat dengan fakta bahwa kecepatan runtuhnya WTC akibat insiden itu hampir sama dengan kecepatan sebuah benda yang terjun bebas (kerusakan destruktif yang menyebabkan 10 lantai jatuh perdetiknya) yang tidak mungkin disebabkan hanya karena tabrakan pesawat kecil. Itu artinya bahwa mitos yang selama ini dikembangkan oleh media dan pemerintah AS mengenai penyebab runtuhnya WTC adalah omong kosong, faktanya adalah keruntuhan WTC telah direncanakan sebelumnya, bom telah ditanam didalam gedung sebelum akhirnya ‘diledakkan’ bersamaan dengan ditabrakannya pesawat 707 US Marshal.

 Kedua, mitos yang berkembang adalah pesawat dibajak oleh 19 orang arab yang dipimpin oleh Mohammad Atta. Namun ternyata dalam daftar penerbangan, tidak ditemukan satupun nama tersangka pembajak, dan bahkan tidak ada nama orang arab dalam daftar tersebut. Justru kejanggalan demi kejanggalan mulai dibualkan oleh AS dan CIA. Di pemberitaan yang beredar, 6 dari 19 tersangka pembajakan pesawat masih hidup, selain itu ditemukan pula salah satu paspor tersangka. Betul-betul konyol. Untuk ukuran destruksi yang sangat dasyat semacam itu, yang bahkan betonpun berubah menjadi tepung, mana mungkin tersangka (yang ada di dalam pesawat yang menabrakkan diri) dan paspornya terlempar dengan selamat. Sebuah kebohongan yang menyesatkan. Nama-nama tokoh arab sengaja ‘dimunculkan’ untuk menghipnotis (dan akhirnya mendoktrin) bahwa orang-orang arablah yang melakukan kegiatan terror tersebut. Bukti-bukti palsu sengaja diselipkan untuk menguatkan argument CIA bahwa pelaku adalah bagian dari Al-Qaeda.

Ketiga, dari segala temuan langsung dilapangan dan dari daftar nama tersangka yang dirilis oleh pemerintah Amerika, tidak ada satupun bukti yang mengarah pada keterlibatan Osama Bin Laden dalam insiden 9/11. Dan ternyata, pada 11 September paginya, Bush justru bertemu dengan rekanan dari perusahaan keluarga Bin Laden, Carlyle Group (perusahaan yang disebut-sebut sebagai perusahaan kontraktor terbesar). TIDAK ADA satupun bukti yang mengarah pada OBL, ketika kecurigaan ini mulai mengemuka justru CIA (seolah-olah) menemukan rekaman video yang memperlihatkan orang arab (yang menyerupai OBL, dengan sorban, jubah besar dan jenggot panjang) yang mengaku bertanggung jawab akan insiden tersebut. Walaupun dalam kenyataannya sosok arab tersebut berbeda dari OBL yang asli, bukti tersebut menjadi alat pemerintah untuk menjadikan OBL sebagai most wanted person di seluruh dunia. Menyedihkan.

Oke, sebetulnya buaaaaanyak sekali bukti ilmiah yang secara langsung mengarahkan pada kenyataan bahwa tragedi 9/11 adalah konspirasi yang dibuat oleh pemerintah AS sendiri untuk kepentingan tertentu. Kira-kira kepentingan apakah yang hingga mengorbankan 3000 warganya sendiri? Ah anda juga pasti sudah tahu … jujur saya bingung juga menerangkan seluruh isi filem tersebut disini. Hehee. Lebih baik anda download sendiri saja ya hehe.

Yang pasti disini adalah, peristiwa 9/11 adalah OPERASI SANDIWARA yang dilancarkan oleh pemerintahan George Bush sendiri untuk kepentingan pembenaran dan doktrinisasi pendanaan mobilisasi imperial yang dilakukan (terutama di timur tengah). Sesungguhnya kasus ini bukanlah yang pertama yang diatur oleh pemerintah AS. Ada banyak ‘tragedi sandiwara’ lainnya seperti Kasus Barak Marinir, Bom Dubes di Kenya, kasus Pan AM 03, USS Cole, kasus Oklahoma City dan kasus WTC sebelumnya yakni pada 1993. CIA (atas perintah pemerintah AS tentunya) hampir terlibat di seluruh tragedi ‘terorisme’ tersebut, dan semua tragedy tersebut memiliki ending yang sama. Dan semua itu bertujuan sama pula : memanipulasi pandangan publik untuk melancarkan agenda-agenda mereka. Sebagai manusia yang cerdas, menyaring informasi dan mencari second opinion adalah sebuah tindakan yang sangat bijak. Adakalanya media massa justru menjadi garam yang ditaburkan di atas luka yang menganga, tidak mengobati justru menambah parah. Kalau teroris di Indonesia, saya tidak berani banyak komentar deh,, takut ditangkap. Hahaha… waalahualam bi sahwab…

The worst thing in this world, next to anarchy, is government.  ~Henry Ward Beecher

*source : filem zeitgeist

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s