When You’re Gone

Hari itu, tepat 5 tahun aku mengenalmu. Dan 2 tahun yang lalu, saat hati kita berdua menyatu. Aaah, mengenalmu adalah sebuah anugerah, dan kini, nanti, selamanya, mencintaimu adalah sesuatu yang indah. Baju terbagus telah aku kenakan, hadiah yang indah juga telah aku sediakan. Pokoknya hari ini adalah hari yang spesial.

Setibanya di lokasi ‘janjian’ kita, aku tidak sabar menantimu dengan gaun itu, gaun yang selama ini membuatmu semakin menawan.

“Hai, aku datang, dan kali ini tidak telat lagi seperti kemarin. Hehe. Aku bawakan sesuatu yang pasti kamu suka.” Aku mengatakan sembari mengeluarkan sebuah album. Album kita. Semua tentang kita.

“Aku gak bisa nahan ketawa kalau lihat ini. Coba kamu lihat deh”. Dan Ia memang pendiam. Aku tahu dibalik temaramnya malam, ia tersenyum.

“Dias, aku cinta. Aku sungguh aku mencintaimu dari lubuk hatiku. Kamu tahu kan?” aku tersenyum kearahnya.

Aku berikan bunga yang aku bawa kepadanya. Aku bersihkan rumah barunya. “Aku sudah pernah mengatakannya bukan, Dias.. aku mencintaimu”. Setidaknya aku pernah mengatakannya, sebelum Ia benar-benar pergi dari dunia ini….

“Aku tahu kamu tahu itu, tapi tahukah kamu, betapa cinta ini juga telah berangsur-angsur membunuhku. Aku tidak pernah tahu, bahwa kehilangan bisa berarti sangat banyak. Membunuh sebagian sel-sel hidup, yang membuatku seolah menjadi sesosok zombie. Yang hidup, tapi sebenarnya mati… Aku mencintaimu… dan sangat kehilanganmu…. “

*Cerpen untuk kuis #FF2in1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s