Awesome New Year Celebration (?)

Happy-New-Year-2013-Photos-HD-Wallpaper-1080x632

Yup, first of all, I just wanna say Happy New Year eve for all people who celebrated it. Saat banyak orang sibuk merayakan tahun baru dengan menghambur-hamburkan duitnya dengan pergi ke pesta-pesta perayaan, bakar-bakaran kembang api, nongkrong di alun-alun atau sekedar pacaran di kuburan, saya sekeluarga malah gak ada yang antusias merayakan. Buat saya pribadi, yang menarik dari malam tahun baru adalah acara di televisi yang oke punya. Ya, cuma itu. Jarang-jarang banget antusias nonton tipi sekeluarga, yang biasanya isi tipi cuma Putri Bidadari, Tukang Haji Naik Bubur, Separuh Aku dll digantiin dengan filem-filem box office lengkap dengan sensor yang kebangetan abis hahaa.. Seru aja ngumpul lengkap sekeluarga di ruang tengah (jarang loh ya, secara keluarga kita ini broken home wakakaa) nontonin tipi sambil sesekali berkomentar disambi ngemil dan minum teh anget. Buat saya pribadi, hal itu momen langka yang cuma bisa kejadian satu dua kali aja. Ya mengakhiri tahun 2012 dengan duduk manis di depan tipi bagi banyak orang memang jadi hal yang iyuuuhh gak banget deh, tapi buat saya dan keluarga momen ini spesial banget, sama spesialnya dengan merayakan tahun baru di hotel berbintang buat keluarga kaya, sama spesialnya dengan merayakan tahun baru di restoran mewah bagi para pasangan baru. Ya, sama dengan mereka, atau mungkin lebih..

Ya, itu sedikit gambaran bagaimana kami sekeluarga mengakhiri tahun 2012 (dan tahun-tahun sebelumnya pun demikian juga). Saya dan adik-adik memang diajari untuk tidak terbawa arus untuk meniru-niru gaya hidup kaum hedonis (maaf agak kasar, saya tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan gaya hidup orang-orang yang dengan gampangnya mengeluarkan uang hanya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak substansi, oh jangankan substansi, mungkin mereka saja tidak tahu untuk apa mereka mengeluarkan uang itu), ya kami tidak terbiasa diajari seperti itu, merayakan sesuatu yang sebenarnya penting gak sih untuk dirayain? toh, kita sebagai umat muslim saja merayakan tahun baru islam tidak pernah, bahkan sepi dan tidak ada refleksi diri, mau berfoya-foya merayakan tahun baru.. mainstream abis.

Menjelang jam 12 malam, orang-orang berkumpul di satu titik tertentu, menghitung mundur dari 10.. 9..8..7.. sampai 3..2.. dan bertambah keras, dan akhirnya..1… dan semua orang meniup terompet, panitia acara meledakkan kembang api, semua orang bertepuk tangan dan berpelukan. Njug? So what gitu loh? apakah dengan begitu tahun baru nanti akan jadi lebih berarti, bermakna, bermanfaat dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya? yang ada, orang-orang yang kelayapan malam sampai pagi-pagi buta itu bakalan tidur dini hari, bangun kesiangan, gak sholat shubuh (bagi yang muslim), jadwal berantakan, bangun-bangun lemes karena telinga dan pikiran masih pening dengan suara terompet dan kembang api dan sebagainya dan sebagainya… See? Itukah cara orang mengawali pagi hari di tahun yang baru? yang KATANYA dengan semangat yang baru?

Yang paling miris yang terjadi di awal tahun adalah : banyak abege labil kita yang menggadaikan kehormatannya dengan pacarnya. Katanya, untuk mengawali kisah yang baru, kesetiaan seorang pacar harus diuji, ya pembuktiannya adalah mau diapa-apain termasuk ‘ditidakperawanin’ oleh pacarnya. Dan, -agak gak tau hubungannya ya, tapi- momen yang paling banyak dipilih adalah ketika akhir atau awal tahun. Lihat saja, selain jalan-jalan dan kafe/ restoran yang penuh, (bisa disurvei juga) hotel-hotel kelas melati pasti juga penuh di tanggal 31 Desember. Saya benar-benar gak habis pikir, tapi ini nyata loh! Pagi-pagi liat berita di 1 Januari, udah banyak berita tentang tergerebeknya pasangan bukan suami istri di hotel kelas melati di banyak penjuru negeri ini, belum lagi yang gak ikut ke gerebek atau pasangan yang lumayan tajir njug ngelakuinnya di hotel berbintang, belum lagi buat pasangan yang gak punya duit sama sekali yang ‘maennya’ di tengah kebon atau kuburan. To the MI to the RIS. MIRIS.

Perayaan macam apa itu? Begitu yang disebut dengan semangat menyongsong hari yang baru? Ngakak deh gue..

Kalau menurut saya pribadi sih, gak salah juga orang antusias merayakan tahun baru bersama orang-orang terkasih, jalan-jalan kemana gitu, makan yang spesial dimana gitu, saya sekeluarga juga kerapkali (walaupun gak ada momen) merayakan sesuatu di warung makan mana gitu… ya sebagai perwujudan rasa syukur aja. Namun, merayakan sesuatu secara berlebihan, apalagi sesuatu yang kita rayakan itu tidak pernah ada dalam anjuran Nabi (bagi yang muslim) dan termasuk kategori bid’ah yang hanya sia-sia dan mubadzir, saya rasa patut juga dipikirkan. Tahun baru yang sejatinya adalah momen dimana kita mengevaluasi diri, membentuk dan merencanakan resolusi di tahun depan tidak selayaknya menjadi ajang untuk memubadzirkan rezeki yang telah diberikan Allah kepada kita. Ya, orang kaya dengan banyak duit sih mungkin tidak menganggapnya mubadzir, tapi orang-orang yang biasa-biasa aja.. yang sebenarnya duitnya bisa ditabung untuk hal-hal yang lebih bermanfaat? apakah itu bukan tindakan yang menzalimi diri sendiri? dan lagi, lihaaat dong sekeliling kita.. lihat dong kondisi bangsa kita… dumeh anggota DPR boros pakai duit anggaran rakyat, apakah kita juga harus ikut-ikutan boros? dan lagi.. yang lebih miris, lihat dong saudara kita yang ada di Gaza, Palestina.. apakah sempat mereka memikirkan perayaan tahun baru, wong untuk memikirkan lolos dari rudal Israel saja mereka sudah setengah mati… Apakah pantas untuk kita berfoya-foya ditengah kondisi dunia yang ruwet seperti ini?

Bahkan kemarin saya liat diberita, ada sekelompok remaja tanggung yang nekat mencuri motor dan mencopet orang-orang. Untuk apa? Ternyata setelah diselediki, mereka nekat melakukan tindakan kriminal itu supaya bisa merayakan tahun baruan bersama teman-temannya yang lain. Sumpah, nek ini… *speechless* *menghela nafas panjang..* dan kasus ini ada banyak banget. Mungkin bukan salah mereka sepenuhnya kali ya, setidaknya ada dua faktor yang menjadi pendorong sekaligus penarik fenomena ini, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang merupakan faktor pendorong berasal dari dalam diri sang abege. Ilmu psikologi populer percaya bahwa manusia Indonesia yang berumur belasan tahun (14-19 tahun) yang masuk dalam kategori pra dewasa (remaja) adalah fase dimana ke-alay-an sedang di pucak-puncaknya, artinya emosi mereka masih labil, mengimitasi menjadi sebuah keharusan, dorongan hormon yang ada dalam diri mereka mendorong mereka untuk meniru apapun yang mereka yakini keren (oke agak ngaco yaa -_-, pada intinya masa ini adalah masa dimana remaja sedang mencari jati diri, sehingga apa yang menjadi obyek kesenangan adalah tujuan mereka). Dan lagi faktor pendorong tersebut adalah keluarga (yang menurut saya menjadi faktor yang sangat menentukan), keluarga dengan segala ke-egaliterannya akan membebaskan anak-anaknya untuk memburu kesenangan duniawi tanpa memikirkan mudharat yang akan dituainya di kemudian hari. Keluarga dengan segala ketercukupannya justru memfasilitasi sang anak untuk menggunakan sumber daya yang ada untuk berpesta foya mengikuti trend yang sedang marak… Naudzubillah.. Dan faktor eksternal yang menjadi faktor penarik fenomena tersebut adalah lingkungan. Ya, lingkungan yang mengkondisikan kita untuk mengikuti gaya hidup hedonis seperti itu. Dan jadilah, fenomena free sex, pencurian untuk memenuhi kebutuhan berfoya foya dan lain lain menjadi hal yang ‘lumrah’ terjadi pada setiap perayaan tahun baru.

Tahun baru sejatinya disambut dengan semangat dan harapan yang baru. Lembaran lalu yang telah penuh coretan baik tinta emas maupun tinta hitam adalah bentuk evaluasi untuk memperbaiki dan bermuhasabah. Semoga Allah senantiasa mencurahkan nikmat dan berkahnya untuk kita semua di tahun ini, dan tahun-tahun berikutnya.. Amin. Once more time, happy new year eve everybody 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s