Pattaya Trip !

 

Entah kekuatan apa yang menggerakkanku kembali ngisi blog ini. Mungkin ini yang namanya… bosen nulis tesis. Hahaha. Oke deh, sedikit sharing cerita ga penting tentang pengalaman jalan-jalan. Kali ini edisi Pattaya. Kebetulan beberapa minggu yang lalu, salah satu temen baik waktu kuliah S1 dulu, si Resdi dateng berkunjung ke Bangkok, bawa bebek pedes gombong yang endes bets *penting banget di mensyen*. Karena dia lumayan lama di Bangkok, akhirnya kita memutuskan untuk piknik aja ke provinsi lain, ketempat yang hits dan gaul (untuk orang Indonesia), recharge baterai sekaligus ngabisin duit *kibasin recehan*

Daan jadilah tanggal 25-26 Maret kemarin kita piknik ke Pattaya. Kita berdua (plus Fauzan, jadi bertiga) memutuskan untuk ga mau capek-capek mikir, pokoknya piknik aja sejadinya dah. Pokoknya semuanya serba ga banyak riset, dan begini hasilnya, semoga bisa bermanfaat buat yang mau piknik ke Pattaya dari Bangkok dengan tanpa ngeluarin banyak energy:

  1. Akomodasi. Lewat www.booking.com , kami ngebuking satu kamar untuk bertiga dengan bajet yang lumayan kecil. 500 baht semalam (setara 200 ribu rupiah) untuk dua orang, dan plus 200 baht untuk extra bad (jadi, total 700 baht semalam, dibagi 3 orang). Nama hostelnya Malee Pattaya 3. Lokasinya mayan strategis sih, di Soi Bua Khao, Pattaya Klang (Central Pattaya). Di sekitar lokasi penginapan kami, bertebaran banyak fasilitas seperti restaurant, rental motor, seven eleven (tentu saja!), dan night market. Mayan deket juga dengan beberapa obyek wisata disana kaya Jomtien Beach, Musium Ripleys, dll. Dan lebih beruntungnya, karena dekat sama walking street nya pattaya yang terkenal. Cukup jalan kaki kira-kira 15 menit. Hihihih
  2. Transportasi ke dan dari Pattaya. Sebenarnya pertamanya Resdi ngajak naik kereta, tapi karena daku pernah sangat trauma naik kereta (waktu perjalanan ke Chiangmai), akirnya kami naik travel (van) dari Victory Monument, Bangkok. Disana ada banyak agen travel yang menyediakan van ke tujuan manapun, termasuk ke Pataya. Tapi hati-hati milih van sih, kadang kalau kita gatau harga normalnya, bisa dapet van dengan harga yang mayan mahal. Pertama kali saya sama Fauzan nanya harga van ke Pattaya, agen bilang 150 baht sekali jalan. Di saat yang sama Resdi tanya ke agen yang lainnya, nemu Cuma 97 Baht aja. Jadi temen-temen, kalau dari Bangkok ke Pataya naik van, range harga normalnya 93-97 baht ya. Salah satu kelebihan naik van adalah, nyaman dan dianter sampai tempat terdekat dengan lokasi penginapa. Karena kami di central pataya, kami bilang ke supir untuk diturunkan di dekat lokasi penginapan kami (nunjukkin almaat hostelnya). Daan bener, dari lokasi turun van sampai ke penginapan cukup jalan kaki 15 an menit tanpa harus naik angkot lagi. Efisien banget.
  3. Transportasi lokal. Udah pernah disinggung di tulisan yang lalu, transportasi di luar Bangkok itu agak ribet, gak rapi dan ga terintegrasi. Setelah sebelumnya tanya-tanya ke teman dan riset sedikit, kami akhirnya memutuskan untuk rental motor aja. Sebenarnya ada song teaw (angkot), tapi ya itu. Jalurnya ga jelas. Kata teman yang pernah kesana, dulu dia nyewa song teaw gitu, iuran sama temen-temennya, karena transport ke obyek wisata disana lumayan susah, dan jatohnya mayan murah kalau missal perginya rombongan. Tapi karena kami Cuma bertiga, akirnya kami memutuskan untk sewa 2 motor. Harga sewa motornya bervariasi, pilihan motornya pun juga bervariasi. Mau motor bebek, kopling atau matic. Mau yang biasa apa yang gede. Semuanya ada. Dan, setelah nanya ke beberapa rentalan, akhirnya nemu yang paling murah, yaitu 200 baht permotor perhari dengan uang jaminan 500 baht permotor. Sedikit curhat tentang motor. Saya, yang udah 9 bulan ga pulang kampung, ngeliat motor ini rasanya…. duh seneng biyanget, akirnya bisa naek motor lagi, setelah selama ini mentok-mentok Cuma bisa bonceng tukang ojek yang mana supir ojek di Bangkok itu superlaknat semua. Bahkan ga kemana-manapun, asal bisa di depan ngendarain motor, rasanya udah bahagiak. Hahahahaa *langsung ngelirik kulit tangan yang jadi geseng banget*Thailand_5600

    IMG-20160325-WA0024
    bahagianya bisa naik motor sendiri yeay
  4. Destinasi wisata. Karena kita cuma punya sedikit waktu (dan bajet, of course! Haha), kita cari destinasi wisata yang bisa terjangkau motor aja (dan kalau bisa free admission fee hahaha). Berbekal google maps dan beberapa blog travelling, kitapun mulai menjelajah beberapa obyek wisata di Pataya, berikut list nya:
    1. Wat Khao Yai. Atau big buddha’ temple. Terletak sekitar 20 an menit naik motor dari Central Pattaya. Lokasinya kaya kalau kita mau ke gunung kidul, naik turun asoy gitu. Tapi ga gitu jauh, dan disana juga ga gitu rame sih. Dan yang terpenting… ga ada tiket masuknya, alias geratis. Ahahaha. Oiya disini juga adalah salah satu titik lokasi gardu pandangnya Pattaya, jadi bisa liat pemandangan kota Pattaya dari atas.
    2. Jomtien Beach. Dari Wat Khao Yai, kita cari destinasi terdekat via google maps, dan nemu ini. Walaaupun bukan pantai utama yang sering dituju turis (biasanya pantai utama adalah Pattaya beach), tapi kami justru bersyukur karena ga banyak orang di pantai ini. Pasirnya putih, relative sepi, ga banyak karang, dan pokoknya lumayan asik lah. Pemandangan sunset dari pantai ini sebenernya mayan bagus (kalau kita sabar nunggu sunset ya, secara di Thailand sun nya suka telat nge-set), tapi pedagang-pedagang minuman dan persewaan kursi dan payung-payung itu udah pada bubaran kalau sore. Thailand_5917
    3. Walking street pattaya. Jujur, diantara semua obyek wisata yang saya kunjungi selama di Pattaya, justru jalan-jalan di walking streetnya pattaya lah yang paling berkesan buat saya. Sebenernya bukan hal yang baru sih jalan ditempat kaya begini (di Bangkok ada Patpong dan Khaosan Road yang hampir mirip ini), tapi karena ini Pattaya (ya, Pattaya!), dimana konon lokasi prostitusi terbesar dan termsasyur di Thailand berlokasi. Jalan di tempat ini, dengan baju barbar (ya, saya yang barbar, karena saya pakai jilbab sendiri di tengah manusia-manusia berpakaian minim), jadi tantangan tersendiri. Excited banget! Di tempat ini, jalanan sejauh kira-kira lima kilometer dengan berbagai bar, kafe, hostel, dan aneka macam “tempat menjajakkan kesenangan duniawi” berada di kanan kirinya. Mulai dari jenis perempuan tulen sampai perempuan jadi-jadian. Mulai dari arab, asli Bangkok, asia, china, sampai wanita berkulit pucat berambut pirang dari rusia dan eropa timur, semuanya tersedia ditempat ini. Mulai dari pelayanan standar sampai yang luar biasa, semua bisa dijajaki asal ada duit. Ga Cuma itu, di tempat inilah cabaret show yang paling termasyur se Thailand diselenggarakan. Di Alcatraz namanya. Kita ga sempet nonton sih, karena cukup berjalan dari ujung ke ujung aja udah cukup bahagia dan puas. Thailand_9682Thailand_6126Thailand_4863
    4. Sanctuary of Truth. Sebenernya ini kita belum jadi mampir sini sih, Cuma masuk area depannya aja, karena kita keberatan sama fee admissionnya yang mencapai 500 Baht perorang. Lah ya sama aja kaya masuk grand palace (itupun masih tambah tiket ke Anantha Samakorm dan Vimanmek Mansion), dan pas kita baca-baca sejarah dan ngamatin arsitekturnya (dari pusat informasi di Sanctuary of Truth), kayanya bakalan biasa aja. Hahaha *sebenernya kemahalan aja sih alasannya* wkwk Santuaryoftruth2
    5. Silverlake Pattaya. Dari semua obyek wisata yang kami kunjungi, inilah yang paling menyedot energy paling banyak. Lokasinya ternyata jauh banget, sekitar 23 km dari central pattaya. Dan ternyata emang di kompleks ini sedang dikembangkan banyak obyek-obyek wisata baru. Di sekitar Silverlake, ada juga grand Buddha image, Nongnooch Village, Sheepfarm (?), dan banyak lagi. Kalau di silverlakenya sendiri, ini sebenernya asik sih buat para pemburu foto untuk instagram, karena emang disediakan banyak spot-spot yang instagram-able gitu. Ada tur keliling kompleks silverlake, cukup dengan 100 Baht saja, dianter kereta mini jalan muter kompleks dan bonusnya, dapet jus anggur hasil dari budidaya di silverlake ini.

       

Daan, itulah.. kami cuma punya waktu satu hari plus setengah hari di Pattaya. Dengan modal duit pas-pasan dan kemampuan membaca google maps yang tertatih-tatih, seenggaknya kita udah berhasil check-in di beberapa destinasi hits di Pattaya. Dan sebenernya yang paling penting dan berarti adalah, saya sendiri bisa sedikit refresh otak dan melarikan diri dari penatnya hidup di Bangkok. Dan, kalau diitung-itung, bajet yang kita keluarkan juga ga banyak, coba diitung lagi: transportasi PP (anggaplah 200 baht); akomodasi (233 baht perorang); sewa motor+beli bensin (150 baht); admission fee (karena ngirit, obyek wisata yang bener-bener kita bayar cuma 1, cuma 100 baht hihi); dan makan jajan paling cuma 300an baht. Jadi total, less than 1000 Baht! Bahahahaha. Dengan bangga, sekali lagi mengumumkan bahwa, mahasiswa dengan bajet travelling terngirit, lagi-lagi jatuh ke tanganku! Hahaha. Happy travel folks!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s