Lebaran…

Bangkok, Minggu 10 Juli 2016/ 5 Syawal 1437 H

Selamat lebaran teman-teman. Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf ya hehe.

1 Ramadhan lagi berlalu. Ramadhan kali ini berkesan, karena satu bulan penuh saya menjalankannya di negeri orang. Jauh dari orang tua, hiruk pikuk keramaian undangan buka bersama, dan maraknya iklan sirup di televisi.

Jelas berkesan. Dari seumur hidup saya selama 25 tahun ini, baru kali ini saya lebaran jauh dari keluarga. 2 tahun belakangan selalu disempatkan pulang kampung karena pas kampus libur semester break. Beberapa tahun lalu sewaktu KKN di Makassar juga begitu, disempatkannya pulang gasik supaya kedapetan shalat Ied dirumah (dengan konsekuensi harga tiket pesawat yang mahal gilak). Tahun ini, stay cool aja disini.

Orang tua sempat bertanya, ngapain aja kegiatannya waktu lebaran? Dan ini yang akan aku ceritaini disini. Haha. Random abis… dan ga penting sebenarnya. Hahaha

Selasa, 5 Juni, malam sebelum lebaran. Puasa terakhir. Saya masih berkutat dengan revisian bejibun di perpustakaan. Ngetem diperpus sampai jam 9 malam. Dengerin suara takbir lewat yutub. Baper, matiin yutub, dan lanjut revisi lagi.

Rabu pagi, 6 Juni. Saya kesiangan. Cepet-cepet berangkat ke KBRI dengan baju lebaran ala kadarnya, dan karena tidak memungkinkan naik bis, saya akhirnya naik ojek. Melihat saya terburu-buru, si Abang ojekya langsung tancap gas dan berakhir dengan tragedi ketilang polisi. Pagi lebaran udah bete duluan.

Untungnya, saya tiba tepat waktu di KBRI. Shalat ied, salam-salaman, dan menghadiri open house yang diadakan oleh Pak Dubes. Suasana lebaran makin terasa ketika banyak kue-kue kering tersaji diatas meja, dan makin dramatis karena ada suguhan opor, rendang, ketupat, dan aneka masakan khas lebaran. Alhamdulillah kenyang… eh kekenyangan… yang berakhir dengan tragedi sakit perut berjamaah (temen-temen yang lain juga pada sakit perut, entah ini gara-gara kebanyakan makan atau emang masakannya yang bermasalah. Entahlah, yang penting udah sempet makan opor).

lebaran 1
muka-muka pemburu opor
lebaran 3
yang penting kumpul dah ya

Siangnya, saya pulang kerumah. Rencananya mau lanjut ke perpus untuk ngerjain revisi lagi. Tapi saya urungkan karena bangun pagi dan makan banyak adalah kombinasi yang tidak baik untuk otak yang butuh mikir agak berat. Alhasil saya tidur siang dengan damai.

Sorenya, saya diajak salah satu teman untuk main ke kamarnya. Ngebantuin dia untuk bikin hiasan yang akan dipakai untuk upacara pentasbihan monk buat sepupunya. Alhasil, saya sibuk bikin hiasan buat upacara Buddhist sampai malam.

Exif_JPEG_420
hasil dari ngeronce pita, dikasih koin ditengahnya terus ntar dibagi-bagi ke orang di acara pentasbihan monk.

Demikian kegiatan lebaran saya. Gak ada sungkeman, gak ada bagi-bagi angpau, gak ada foto keluarga untuk tahun ini.

Dan kegiatan selanjutnya, H+1 lebaran sampai sekarang? Saya tetap setia ngerjain revisian di perpustakaan. Sekian———

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s