Unpredictable Trip to Japan –” (1)

Hai gengs, tuh kan di postingan sebelumnya udh janji mau sering ngeblog tapi ternyata apa.. hah apaaaa… mana buktinyaa,, *kibasin rambut ditengah ujan*.

Hmm apaan yak yang bisa di share disini.. Jadi gini saudara, ini ceritanya lagi ngeblog dari Kyoto, Jepang. Iya, Jepang itu loooh.. yang pabriknya montor-montor, yang dimana 250 juta jiwa masyarakat Indonesia pasti punya minimal sebiji. Gila, gak kebayang banget bisa nyampe sini. Gak pernah punya keinginan atau hasrat berlebihan dengan negara ini, gak pernah ngefans sama boyband sini (Sailormoon gak termasuk boyband), pokoknya bener-bener gak pernah kepikiran untuk ngunjungin negara ini lah. Sama sekali, saudara-saudara *yak, bahkan mimpi aja saya gak tinggi saudara* hahaha.

Hmm ada temen yang bilang ke aku untuk nge share pengalaman selama di Thai dan di Jepang, kok bisa sampe sini dengan tiba-tiba. Nah aku juga kan bingung yak, wong aku juga gatau tiba-tiba bisa sampe sini kenapa -______- *for sure*

Yang jelas, skenario Tuhan itu gak akan pernah ada yang bisa nebak. Lah aku, mahasiswa oon dengan daya ingat yang sungguh sangat menyedihkan aja tiba-tiba bisa jadi mahasiswa terbaik dengan IPK tertinggi di FISIPOL, UGM. Di tengah banyaknya temen-temen yang udah pada lulus duluan dan sibuk saling sikut-sikutan nyari kerja buat kehidupan, aku malah santai-santai aja dan langsung dapat kerjaan yang keren banget *buat aku*, tanpa harus susah-susah seleksi ketat dengan segala macam dokumen surat kuninglah, SKCK lah dll dll *dan efeknya adalah sampai sekarang aku masih belum bisa nulis surat lamaran kerja hmm*. Belum genap kerja setengah tahun, Tuhan udah bikin kejutan lagi, dapat kesempatan untuk hidup dan belajar mengenai kehidupan di Thailand. Gak pernah kepikir sebelumnya untuk belajar mengenai ASEAN Studies di Thailand (sebelumnya aku apply untuk belajar ekonomi di KDI, Korea dan NCKU, Taiwan tapi dua-duanya gagal). Bekerja di ASEAN Studies Center FISIPOL UGM dan ketemu banyak orang hebat (termasuk salah satunya Ajahn tersayang, Dr. Sunida Aroonpipat yang akirnya jadi professorku) membuka kesempatan dan peluang demi peluang menjejak kehidupan yang lebih dinamis dan menantang. Aku diajaknya ke Thailand untuk lanjut master di ASEAN Studies *ceileh diajak* ahahaha. Awalnya ragu, ragu banget malah.. tapi setelah dipertimbangkan dengan cukup matang *sebenernya gak mateng karena persiapan cuma bentar banget* dengan modal yang serba pas-pasan (modal duit, modal kemampuan bahasa, modal persiapan akademik dll) aku memutuskan untuk hijrah ke Thailand untuk berjihad, bertempur dengan kemalasan, kebodohan dan piciknya pikiran. Merasakan gimana rasanya jadi minoritas, belajar istiqomah dan sabar bahkan ketika harus memilih makanan, belajar menghargai perbedaan, beradaptasi dengan lingkungan yang baru dengan orang-orang baru, dan menghargai betapa berharganya tempat pulang.

Belum sampai satu bulan di Bangkok, berkutat dengan masalah apartemen, makanan halal, beras murah, bahasa yang roaming dan kurs IDR-THB yang masih sering ngebingungin, tangan Tuhan bekerja tak terduga lagi. Aku harus berangkat ke Bangkok karena sudah terpilih jadi salah satu penerima beasiswa untuk summer school di Kyoto University, Kyoto, Jepang. Awalnya bingung dan mau nge reject aja, secara settled aja belum di Bangkok, udah suruh ngurus macem-macem aja untuk belajar di tempat lain. Singkat cerita, aku berangkat bareng 13 temen dari PBIC yang lain. Tanggal 13 September 2014 kita departed dari Don Meuang, Bangkok menuju Kansai International Airport, Osaka Jepang. Dan pada tanggal itulah untuk pertama kalinya dalam hidupku aku menginjakkan kaki di Jepang, ke sebuah negara yang bahkan tak pernah aku bayangkan untuk dikunjungi. Dengan muka gembel ala masyarakat asia tenggara, aku melenggang dengan penuh gumunnya ke bandara negeri sakura itu. Rasanya deg-deg syer, ngeri ngeri sedap gimanaa gitu..

Dan begitulah.. ga tau deh ya kalau suruh ngeshare tips atau cara-cara gimana bisa -dengan beruntungnya jalan-jalan ke Jepang- aku juga have no idea keles. Yang pasti, cuma ngikutin jalur yang udah ditentuin sama Allah. Dimanapun kita ditempatkan, negeri sendiri atau negeri orang, rumah sendiri atau rumah orang lain, sebisa mungkin LAKUKAN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN, ga banyak ngeluh, ga berhenti belajar, dan emang harus punya mimpi tinggi lah ya *kata Bung Karno, bermimpilah setinggi angkasa, kalaupn kamu jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang gemintang*. Mimpi, percaya atau tidak akan menuntun seseorang selangkah demi selangkah menuju panggung kehidupan yang lebih dinamis, menggerakkan sendi-sendi yang kaku untuk terus bergerak, mewujudkan harapan-harapan menjadi kenyataan. Ini aku ngomong apasih –” owalah udah jam 2 waktu kyoto. Dan disini awal autumn, dan udah dingin banget, pantesan otaknya kaku-kaku gimana gitu.. kedinginan banget, dan belum ada yang mampu menghangatkan *ealah kumat* Oke, oyazumi nasai dari Earthship Guesthouse, Kyoto 🙂

P1050014
Otw Kyoto Station dari Osaka (Kereta Haruka)
P1050008
Kansai Intl Airport, Osaka, Jepang
P1050118
Kiyamizu Dera temple, Kyoto
P1050257
clock tower, Kyoto Univ building
P1050448
Kinkakuji, The Golden Temple, Kyoto. Amazing 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s